Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Headline Di Hadapan Pertemuan Muspida, Kapolres Mimika Ancam Habisi Sudiro
Di Hadapan Pertemuan Muspida, Kapolres Mimika Ancam Habisi Sudiro PDF Cetak E-mail
Jumat, 14 Oktober 2011 02:13

Di Hadapan Pertemuan Muspida,  Kapolres Mimika Ancam Habisi Sudiro

MIMIKA - Pertemuan Muspida, Wakapolda Papua, tim Mabes Polri yang dipimpin Brigjend Pol Paulus Waterpauw, Kombes Pol Godhelp Mansnembra, Bupati Mimika Mimika, Pimpinan dan Anggota DPRD Mimika, Muspida dan Muspida  Plus di Hotel Rimba Papua, Kapolres Mimika, AKBP Denny Edward Siregar, SIK mengancam akan menghabiskan alias menembak Ketua PUK FSP KEP SPSI PTFI, Sudiro.  Ancaman Kapolres Siregar, membuat suasana pertemuan berubah menjadi begitu hening, bahkan Kapolres digiring menjauh oleh sejumlah anggota polisi dari  pertemuan di Aula Rimba Papua Hotel.
Pertemuan Muspida dan Muspida Plus yang dihadiri petinggi Polri dari Jayapura dan Jakarta membahas situasi keamanan dan ketertiban Kota Timika, Tembagapura dan Portseite dalam beberapa hari terakhir ini, serta langkah-langkah yang dibuat bersama dalam jangka pendek dan jangka menengah.
Menyikapi ancaman Kapolres Siregar, Sudiro merasa tidak takut karena  dirinya berjuang untuk kebenaran dan ksejahteraan banyak orang. “ Saya tidak tahu kenapa sampai ada kata-kata ancaman yang keluar dari mulut seorang Kapolres. Mestinya tugasnya, melindungi, mengayomi, menegakan hokum, bukan mengancam orang yang juga warga negara Republik Indonesia. Tugas mereka harus melindungi wakyat termasuk saya dan seuruh karyawan dan pengurus SPSI adalah warga Negara Republik Indonesia yang ada di tanah Amungsa untuk wajib mendapat perlindungan dan pengayoman dari kepolisian,” terang Sudiro.
Tidak hanya itu, informasi lainnya diperoleh Kapolres Mimika juga mengeluarkan kata-kata kurang etis terhadap anggota DPRD Mimika Norman Karupukaro, yang ketika itu membawa rombongan PUK SPSI PTFI dari Sekretariat PUK FSP KEP SPSI PTFI mengikuti pertemuan di Hotel Rimba Papua, Timika. Mendengar ucapan kata-kata yang kurtang etis dari mulut Kapolres, Norman Karupukaro dalam pertemuan dihadapan Wakapolda Papua, Utusan Kapolri, Brigjend Pol Paulus Waterpauw dan Kombes Pol Godhelp Mansnembra, Bupati Mimika, Wakil Bupati Mimika, Ketua dan Anggota DPRD Mimika dan Muspida dan Muspida Plus mengatakan DPRD adalah lembaga atau insitutusi pemerintah yang secara hierarki diatur dengan aturan perundang-undangan. Kata-kata yang kurang etis dari Kapolres Mimika melecehkan wibawa lembaga DPRD.
Sementara Kapolres Mimika ketika dimintai tanggapannya terkait adanya laporan ancaman dari pengurus PUK FSP KEP SPSI PTFI dan dari Anggota DPRD Mimika Norman Karupukaro mengatakan tidak pernah mengancam dengan kata-kata menghabiskan atau menembak ketua PUK FSP KEP SPSI PTFI Sudiro dan pengurus lainnya, dan tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang tidak etis terhadap anggota DPRD maupun lembaga DPRD Mimika.
Melalui SMSnya ke Wartawan Bintang Papuas, Kapolres Siregar, mengatakan” saya mau Tanya kenapa bisa anarkis, karena kesepakatan tidak boleh dan itu sudah kita bangun dari awal.  Saya hanya penanggungjawab keamanan tidak punya kepentingan lain,” terang Kapolres Siregar. (mdc/don/l03)

Comments
Add New Search
NAPI...   |124.191.217.xxx |Y-m-d H:i:s
KApolres MIMIKA sebagai dalang utama kekacauan= PR OFOKATOR


FUCK UUUU!!!!
Revolver  - Polisi kok begitu ya........   |202.123.234.xxx |Y-m-d H:i:s
yang demo karyawan karena menuntut haknya,yang ker ja siapa
yang rugi siapa eh,malah pendemo dimusuhi ,diancam,bahkan sa
mpai ditembaki begitu.
seret sj semua perwira polisi yang
terlibat negosiasi ke p engadilan. bisanya cuma mengancam wa
rga sipil. cob a kalo berani kasih keluar ancaman buat koman
da OP M. Lambert Pekikir

Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul