Hari ini,  Jokowi Resmikan Satu Harga BBM di Yahukimo

0
187

Mustakim HR:  Berdampak  Turunnya Harga Barang

 JAYAPURA — Direncanakan hari ini, Senin (17/10) Presiden Joko Widodo (Jokowi)  meresmikan Satu Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua di Dekai, ibukota Yahukimo. Peresmian ini merupakan suatu terobosan strategis, yang berdampak pada turunnya harga barang, terutama di wilayah Pegunungan Papua.

Demikian disampaikan  Anggota Komisi II DPR Papua  Mustakim HR, ketika dihubungi via ponsel di Jayapura, Minggu (16/10). Terkait Satu Harga BBM  di Papua, dikatakannya,   seluruh masyarakat Papua akan menyambut gembira, karena selama ini adanya kendala  harga barang mahal di Pegunungan, karena BBM tinggi dan mahal. Pasalnya,  pemerintah selama ini  sudah melakukan subsidi BBM, tapi  ketika persediannya menipis  akan berdampak terhadap harga barang.

“Karena tentu saja ada kemungkinan spekulasi harga BBM maupun antusias pengecer,” katanya.

Namun demikian, ungkapnya, dengan adanya keseragaman harga BBM di Papua terutama di wilayah Pegunungan Papua perlu  diikuti dengan pengawasan ketat yang dilakukan oleh pemerintah terutama dalam pendistribusian maupun ketersediaan stok BBM melibatkan tiga tungku, termasuk  TNI dan Polri serta LSM. Pasalnya, tak tertutup kemungkinan terjadi spekulasi, karena mengingat pembangunan infrastruktur  menggunakan alat berat,  padahal mereka dianjurkan pakai harga industri, itu harus ada pengawasan.

Dikatakanya,  tanpa ada pengawasan terhadap terobosan itu, tentu saja satu harga BBM di Papua, tidak banyak membantu masyarakat. “Jika  stok BBM terputus, maka akan muncul harga tinggi lagi, sehingga berdampak terhadap harga bahan pokok maupun kebutuhan strategis lainnya,” terang dia.

Dikatakan, selama ini sentra distribusi bahan pokok maupun kebutuhan strategis lainnya ada di Wamena,  sehingga ketika harga di Wamena tinggi, maka secara otomatis harga kebutuhan pokok maupun strategis lainnya di kabupaten sekitarnya seperti Tolikara, Lanny Jaya, Yalimo, Puncak Jaya, Nduga dan lainnya juga akan tinggi.

Karena itu, terangnya,   perlu  terobosan strategis yang harus dilakukan pemerintah untuk memberikan subsidi dan satu harga BBM di Papua, khususnya di daerah Pegunungan maupun pesisir Papua.  (mdc/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*