Fraksi Hanura: Penyerapan Anggaran Tahun ini Terburuk

0
104
Foto/dok : Yan Permenas Mandenas
Foto/dok : Yan Permenas MandenasYAN MANDENAS

JAYAPURA – Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan P Mandenas mengklaim, penyerapan anggaran tahun ini disepanjangan Pemerintahan Papua sangat terburuk.

Pasalnya, kegiatan fisik di Papua semua dialihkan untuk tahun 2017. “Kami nilai penyerapan anggaran Pemprov Papua tahun 2016 , jauh dari harapan,” tegas Yan Mandenas kepada wartawan belum lama ini.

Yan Mandenas menegaskan, Fraksi Hanura meminta agar kontrak multiyears dihentikan di tahun 2016, sehingga pada tahun 2017 mendatang, seluruh kegiatan bisa bergulir.

“Kami minta karena berdasarkan evaluasi yang dilakukan Fraksi Hanura terhadap kegiatan fisik kontrak multiyears yang menelan anggaran sekitar Rp 2 triliun lebih, namun target tidak mencapai 100 persen penyelesaian fisik, hanya mencapai 55 persen,” katanya.

Menurutnya, ketidakmaksimalnya penyerapan anggaran, maka kontrak multiyears sebagaian besar masih tersisa sehingga sebagian pekerjaan tidak bisa diselesaikan. Bahkan, pembayaranpun juga tidak diselesaikan secara maksimal.

“Buktinya, target tidak tercapai dari kontrak multiyear sebesar Rp 2 triliun lebih, akhirnya hanya terserap sekitar Rp 800 miliar lebih saja,” tukas Yan Madenas.

Soal pembangunan infrastruktur PON XX tahun 2020, Yan Mandenas mengaku pesimis, dengan melihat penyerapan anggaran tahun 2016. “Penyerapan anggaran tahun ini saja sudah menunjukan tanda-tanda buruk, apalagi kita mau berharap PON XX,” ujarnya.

Sebab, imbuh Yan Mandenas, hal itu tergantung kemampuan menyerap anggaran, memanage managemen pemerintahan, managemen dalam mengelola kebijakan dan anggaran, mengevaluasi program dan melihat sejauh mana realisasi kita.

“Jika penyerapan anggaran saja, tidak maksimal. Apalagi ketika masuk tahun keempat, bisa lebih buruk lagi karena merupakan tahun politik, sehingga tidak konsentrasi lagi pada pekerjaan, tapi konsentrasi pada hal-hal yang menjurus kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga mengganggu pelayanan dan pemerintahan,” paparnya.

Untuk itu, imbuh Yan Mandenas, infrastruktur PON, ia masih melihat PON XX sebagai mimpi buruk saja, jika tidak diimbangi kerja keras dan kerjasama yang baik. (Loy/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*