Dua Punggawa Persipura Gagal Gabung di PON XIX

0
68
Ketua Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP), Benny Yensnem, tablooidjubi.com
Ketua Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP), Benny Yensnem, tablooidjubi.com

JAYAPURA – Dua punggawa persipura Marinus dan Rivaldo dipastikan gagal masuk dalam Tim Sepakbola PON XIX 2016 Jawa Barat. Kegagalan itu karna sejak 9 Juli lalu, pendaftaran atlet PON XIX resmi ditutup. Padahal dua nama itu menjadi harapan besar Ketua Asprov PSSI Papua, Benhur Tomy Mano, yang berkeinginan agar keduanya dapat diakomodir oleh KONI Papua.

Ketua Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP), Benny Yensnem mengaku kedua nama tersebut tidak pernah masuk dalam daftar nama tim PON Sepak Bola Papua. Padahal dalam berbagai pertemuan dengan Asprov PSSI dan Satgas KONI Papua, dua nama tersebut selalu disebut untuk diakomodir dalam atlet sepak bola PON XIX.
“Hingga 9 Juli 2016 dua nama ini tidak dimasukkan,’’ kata Benny kepada wartawan Sekretariat KONI Papua, Jayapura, Rabu (13/7).

Benny mengaku mendukung sepenuhnya dua atlet tersebut masuk Tim Sepakbola PON Papua. Bahkan, mantan pelatih Tim Sepak bola PON Papua Joko Susilo saat itu, sangat merespon baik jika keduanya dapat bergabung.

“Jadi intinya bukan KONI tidak mau terima atau mengakomodirnya, tapi kita harus patuhi aturan yang telah ditetapkan. Lantaran pendaftaran atlet dibuka tanggal 1 April hingga 17 Juni 2016. Kemudian PB PON Jawa Barat memperpanjang pendaftaran hingga 9 Juli 2016,” kata kata mantan pemain Persipura era 80 an ini.
Ia mengatakan rentan waktu pendaftaran sangat panjang, sehingga ia merasa janggal jika nama keduanya muncul setelah pendaftaran ditutup.

‘’Waktu ini bagi saya cukup panjang. Jadi aneh rasanya kok pendaftaran sudah ditutup, kita baru mau ajukan dua nama pemain itu masuk ke Tim Sepakbola PON Papua. Coba kalau dari awal langsung ditanggapi dan disikapi Asprov Papua, pasti tidak ada masalah,’’ kata Benny lagi.

Lagi pula kata dia yang ditugasi sebagai panitia tim verifikasi atlet dan official PON XIX 2016 Papua, andaikan pun kedua nama itu bisa dimasukan menjadi pemain tim sepakbola PON Papua, pasti akan mempengaruhi psikologi tim. Lantaran tim ini sudah dibentuk bertahun-tahun.

‘’Justru saya kuatir jika sampai kedua pemain ini dipaksakan masuk maka kekompakan tim yang sudah terbina selama ini akan rusak. Malah saya dengar informasi para pemain juga mengancam akan keluar dari tim sepakbola PON Papua, jika kedua pemain masuk tim,’’ terangnya. (mdc/tis)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*