Disdik Diminta Tegas Terhadap Guru

0
1
Foto : Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke. (ist)
Foto : Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke. (ist)

MERAUKE – Kepala Distrik Tanah Miring, Provinsi Papua David Tom Tuwok minta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Merauke tegas terhadap para guru yang mengabaikan tugas karena beberapa sekolah di wilayahnya hanya satu atau dua guru yang aktif.

“Memang perlu ada perhatian dari dinas untuk mendata semua sekolah yang ada. Dan bukan saja di Distrik Tanam Miring, hampir semua tempat perlu didata dengan baik sehingga penempatannya bisa merata, tidak menumpuk di satu sekolah,” kata David di Merauke, Kamis.

Satu upaya yang dilakukan pemerintah distrik agar guru aktif mengajar adalah menahan gaji guru yang berminggu – minggu tidak berada di tempat tugas.

“Kita tahan gaji supaya guru bersangkutan datang kita bisa tanya apa masalahnya sehingga dia tidak rajin ke sekolah, selebihnya kita kasi gajinya. Jadi kita tidak bisa buat apa – apa,” katanya.

Pemerintah distrik, menurut David, tidak melarang guru meninggalkan tempat tugas untuk mengikuti kuliah sebab setiap guru diharuskan mendapat sertifikasi namun perlu diatur agar tidak menghambat proses belajar mengajar.

“Jangan alasan jam sekolah ada kuliah, tugas begini begitu sehingga anak – anak yang terbengkalai. Ada banyak keluhan dari masyarakat bahwa anak – anak ke sekolah hanya untuk bermain saja,” katanya.

Selain memberikan teguran secara lisan, lanjut David, ada diberikan teguran secara terutulis kepada guru karena tidak pernah muncul di sekolah.

“Ada juga kita mau tahan gajinya tapi gajinya sudah diambil di dinas, itu guru yang paling bandel begitu, jadi tidak mau berurusan dengan kapala disrik, dia ambil gaji di dinas,” katanya.

Pemerintah Distrik, kata dia lagi, berencana memanfaatkan dana Gerakan Pembangunan Kampung Ku (Gerbang Ku) yang dikucurkan ke kampung – kampung untuk membayar tenaga honorer namun hal itu akan menyalahi aturan.

“Kalau dana GerbangKu masih bisa bayar honorer kita akan cari yang bisa ngajar kita bayar, tapi sekarang tidak bisa karena itu sampai batas guru PAUD saja yang dibayarkan makanya kita kasi putus juga tenaga honorer dari sekolah ini,” katanya.(ant/tis)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*