Bupati Mamteng Bakal Lapor Penjabat Walikota ke Gubernur

0
1632
FOTO: R. Ham Pagawak
FOTO: R. Ham Pagawak

JAYAPURA — Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) Ham Pagawak merencanakan melaporkan Kepala Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Papua sekaligus Penjabat Walikota Jayapura Daniel Pahabol kepada atasan langsungnya, yakni Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH pada Jumat (14/10). Pasalnya, Ham Pagawak merasa difitnah oleh pernyataan Daniel Pahabol, yang menilai dirinya belum dewasa berpolitik, sebagaimana dipublikasikan media massa lokal di Jayapura, Selasa (11/10) lalu.

Hal itu disampaikan Daniel Pahabol menanggapi sambutan Ham Pagawak dalam peresmian Gereja GIDI Elphis di Abe Gunung, Distrik Abepura, Kota Jayapura pada 8 Oktober 2016 lalu, yang dihadiri Gubernur Papua, Pimpinan DPRP, kader GIDI dan seluruh masyarakat Mamteng di Kota Jayapura.

Padahal, menurut Ham Pagawak dalam sambutannya menghimbau kepada masyarakat Mamteng yang hadir saat itu, untuk tak memberikan dukungam kepada kandidat yang selama ini tak pernah memperhatikan masyarakat Mamteng yang berdomisili di Kota Jayapura pada saat Pilkada Kota Jayapura tahun 2017 mendatang.

“Saya sampaikan kepada jemaat saya yang kebetulan yang hadir saat itu adalah seluruh oran Mamberamo Tengah. Jadi yang saya keluarkan sebagai kader Gereja memberikan himbauan kepada masyarakat Mamteng,” demikian diungkapkan R. Ham Pagawak, SH, MSi, ketika mengklarifikasi pernyataan Daniel Pahabol di Jayapura, Kamis (13/10).

Pasalnya, pihaknya secara nyata membangun kurang lebih 5 jemaat GIDI yang ada di Kota Jayapura ini.

“Sehingga jika saya perintahkan masyarakat Mamteng memilih orang yang tepat itu wajar, saya bukan perintahkan Daniel Pahabol,” ucapnya.

Sedangkan Gubernur menyampaikan dirinya telah memberikan tugas utama kepada Daniel Pahabol untuk mempersiapkan Pilkada Kota Jayapura.

Karena itu, tutur Pagawak, pihaknya menghimbau kepada Daniel Pahabol, untuk bekerja dan belajar baik setelah dipercayakan Gubernur menjabat Kepala Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Papua. Apalagi Daniel Pahabol sebelumnya berprofesi sebagai Guru.

“Jika bilang saya belum dewasa politik saya ini Bupati definitif sekarang, Jadi dia harus belajar lebih banyak lagi. Sedangkan tugasnya sebagai Pembantu Gubernur untuk pimpin Kota Jayapura dalam sukseskan Pilkada silahkan urus saja,” tandas Pagawak.

“Saya dipilih oleh Tuhan, dipilih masyarakat, dan dilantik Gubernur, Saya bukan perintah dia. Dan sangat keliru, kalau ia menyebar isu yang tak benar untuk cari muka terhadap kandidat yang ada. Saya minta kepada Gubernur berhentikan Daniel Pahabol, karena dia Caretaker yang tak mampu,” tegas Pagawak.

Karena itu, lanjut Pagawak, pihaknya minta Gubernur memberhentikan Daniel Pahabol dari Kepada Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Papua. “Saya tak pernah merasa memerintahakan atau menekan Daniel Pahabol.

Saya bukan orang yang minum susu di dalam dunia politik, justru dia itu yang harus banyak belajar. Jadi pernyataan ini sangat menodai dan juga pencamaran nama baik, jadi saya minta Daniel Pahabol lebih baik pernyataan yang Anda keluarkan harus hati hati,” terangnya.

Dikatakan Pagawak, Daniel Pahabol lebih elok menyiapkan dan mensukseskan Pilkada Kota Jayapura. “Saya tak pernah bilang Daniel Pahabol amankan salah satu kandidat, saya tak punya wewenang soal itu,” kata Pagawak. (mdc/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*