Badai Eddy Diperkirakan Muncul di Manokwari

0
9

Manokwari – Badai eddy diperkirakan akan sering muncul di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat dan memicu terjadinya hujan dan angin.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Manokwari Denny Putiray di Manokwari, Selasa mengatakan, badai tersebut tidak berbahasa bagi manusia.

Meskipun demikian, dia mengimbau para nelayan waspada sebab badai tersebut bisa memacu tinggi gelombang.

“Badai ini cukup sering muncul secara dan tidak terlalu berbahaya. Paling lama dua hari, kadang juga muncul tak lama hilang lagi,” kata dia.

Badai tersebut bisa mampu menarik angin dan awan. Setelah terjadi konfergensi awan yang terkumpul akan berubah menjadi hujan.

“Seperti tadi pagi, kita di Manokwari diguyur hujan. Ini terjadi karena badai eddy. Sekarang hujan pun sudah reda dan cuaca Manokwari sudah kembali cerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, di wilayah perairan laut pasifik, Selasa, terjadi badai meranti. Badai tersebut cukup berbahaya dengan kecepatan angin diatas 100 knot.

Sesuai potret satelit, ujarnya menjelaskan, badai itu bergerak ke arah barat daya dan tidak masuk ke wilayah perairan Indonesia. Secara alami, Indonesia diuntungkan karena berada tepat digaris katulistiwa.

“Badai-badai besar ketika memasuki wilayah Indonesia kecepatan angin akan melemah. Badai meranti agak mirip dengan angin puting beliung, tapi kecepatan anginnya jauh lebih tinggi mencapai ratusan knot,” ujarnya lagi.

Dia menambahkan, sejak April hingga saat ini curah hujan di beberapa wilayah di Papua Barat mulai menurun. Diperkirakan, mulai September curah hujan akan meningkat, kecuali wilayah Sorong.

Denny mengutarakan, selain badai eddy curah hujan di wilayah Papua Barat dan Indonesia secara ke selurun terjadi sebagai dampak fenomena alam lanina. Secara umum, dampak lanina pada musim kemarau ini sudah mulai turun.

Pihaknya pun berharap, dampak lanina ini segera berakhir sehingga jika musim hujan tiba cuaca bisa berangsur normal.

Dia juga menyebutkan bahwa badai eddy bukan hal baru di Manokwari sekitarnya.kecepatan angin pada badai ini tidak terlalu berbahaya pada penerbangan pesawat. Jika hujan terjadi akibat badai tersebut, hanya akan mengganggu visibility atau jarak pandang.(ant/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*