article thumbnailDisela-sela apel pagi yang di laksanakan oleh Danyon 751/BS Letkol Infantri Tatang Subarna, Pagi Kemarin juga di sertai dengan pemberian THR...
+ Baca Lengkap

article thumbnailSentani – Setiap enam bulan sekali PT Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Jayapura-Jawa dan sekitarnya, melalukan pland menu makanan, bekerja...
+ Baca Lengkap

article thumbnail Mendekati H-7 Perayaan Idhul Fitri, Dinas Perhubungan Bandara Sentani bekerja sama dengan PT Telkomsel, Dinas Kesehatan, dan KP3 Udara pagi kemarin...
+ Baca Lengkap

article thumbnailMenjelang hari besar umat Muslim yakni perayaan Lebaran Polres Jayapura terus meningkatkan razia terhadap beberapa sasaran benda-benda yang...
+ Baca Lengkap

article thumbnailKarena Dianggap Paling tertinggal Melihat kenyataan pembangunan baik infrastruktur maupun dari sisi sumber daya manusia yang masih sangat...
+ Baca Lengkap

article thumbnailMenjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim, maka Pemerintah Kota Jayapura akan menggelar cuti bersama sejak tanggal 9-13 September...
+ Baca Lengkap

article thumbnailDalam upaya mempermudah masyarakat di wilayah Abepura dan sekitarnya, Polsekta Abepura memberikan nomor kontak yang on line di dua Pos Pelayanan...
+ Baca Lengkap

Sabtu, 04 September 2010
Home
Jumat, 03 September 2010 21:56

KPU Kota Dilaporkan ke Polisi dan Jaksa

Terkait Penggunaan Anggaran Rp 3,2 M yang Tidak Jelas

Tampak Plt.Walikota Jayapura Ir.Jan Piet Neorokouw, MP didampingi Sekretaris KPU Kota Jayapura Yohanis Wemben, SH.MH ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan Jumat (03/09) bertempat di ruang kerja Sekda Kota JayapuraJAYAPURA—Posisi  Ketua dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura, benar-benar dalam keadaan terancam.  Selain kinerjanya yang terus mendapat sorotan lantaran dinilai tidak becus,  namun juga ternyata Pemda Kota Jayapura secara resmi telah mengadukan KPU ke Polisi dan Kejaksaan.
Dilaporkannya KPU ke penegak hukum tersebut sehubungan dugaan penggunaan dana hibah pemilukada sebesar Rp. 3.328.389.000 (Rp 3,2 miliar lebih), yang kurang jelas alias ‘KJ’ penggunannya.
Plt.Walikota Jayapura Ir.Jan Piet Nerokouw, MP mengakui hal tersebut. Dikatakan, Pemerintah Kota Jayapura telah memasukkan surat permohonan bernomor 279/1218/set/2010 kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Jayapura dan Kapolresta Jayapura untuk segera memproses hukum penggunaan dana hibah dari telaah rasionalisasi dana hibah pemilukada Kota Jayapura oleh anggota KPU Kota Jayapura dan mantan Sekretaris KPU Kota Jayapura atas nama Sofian, SE.  “Jadi di sini, meskipun proses pemilukada terus berjalan, tetapi proses hukum untuk penggunaan dana hibah pun terus berjalan,” pungkasnya kepada wartawan ketika memberikan keterangan pers di ruang kerjanya Jumat (03/09).
Selain mengadukan KPU agar diproses hukum,  Pemkot menyikapi kinerja KPU Kota Jayapura dengan mengambil sikap tegas. Dimana jika hingga tanggal 3-11 September 2010, proses pemilukada di Kota Jayapura tidak berjalan sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan, maka KPU Kota Jayapura dianggap tidak konsisten dengan apa yang sudah dibuat dan diancam akan di-PAW.

Selanjutnya...
 
Jumat, 03 September 2010 21:55

Wally-Markum Masih Unggul

IlustrasiARSO—Pasangan Calon Bupati/wakil bupati nomor Urut 2,Yusuf Wally,SE.MM  dan MUH Markum,SH sampai hari kedua perhitungan de­ngan total suara yang masuk, 18.453, masih tetap unggul dari pasangan lainnya. Pasangan Wally-Markum memperoleh 6.439 suara disusul pasa­ngan nomor urut 3,Drs.Celsius Watae dan Marsudi dengan 5.457 suara.
Setelah itu pada pasa­ngan nomor Urut 6 ,Yohanis Tawa dan Widodo Budi Priyono memperoleh 3.611 suara.  Kemudian pasangan nomor Urut 4,Charles Tafor dan Nathan Banay sebanyak 2.209,lalu pasangan Nomor Urut 5,Piter G Gusbager,M.Hum dan Nikolas Laly,SH yang memperoleh suara 5.70 dan terakhir pasangan, Billy W Yambelean dan Nahor Sibiar memperoleh 167.
Data ini seperti diungkapkan Katua KPU Keerom,Drs.Aloysius Renwarin,SH saat ditemui di Kantor KPU Keerom,Jumat (3/9).
“Ini masih perolehan sementara dan belum ada penambahan,kami masih menunggu hasil dari dua Distrik lagi yaitu Distrik  Waris dan Distrik  Towe,”ujarnya.
Menurutnya,dari  hasil sementara masih belum ada perubahan,dikarenakan menunggu dari dua Distrik tersebut.Untuk Dsitrik Towe,direncanakan hari ini hasilnya sudah ada, tapi dengan  daerah yang sulit yang harus menggunakan pesawat terpaksa batal, kare­na  cuaca buruk.pihaknya masih menunggu,dan tidak tau kapan tiba,tinggal menunggu cuaca baik.

Selanjutnya...
 
Jumat, 03 September 2010 21:30

Ketua PWI Papua Didemo Wartawan

Tampak Imran, Konstributor TV One ketika membacakan pernyataan sikap sejumlah massa wartawan yang mendatangi Balai Wartawan untuk menemui Ketua PWI Papua Jumat (03/09)JAYAPURA—Puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Papua Penggugat Kekerasan, mendatangi kantor PWI Cabang Papua di Jalan Kelapa II Entrop Jayapura, Jumat 3/9 kemarin. Mereka menuntut Ketua PWI Papua, Frans Ohoiwutun meminta maaf dan tidak lagi selalu mengatasnamakan wartawan untuk kepentingan pribadinya.
Para wartawan media cetak dan elektronik dari media local maupun nasional merasa gerah dan tidak nyaman atas sikap Frans Ohoiwutun, yang kerap mengatasnamakan wartawan kepada sejumlah pejabat maupun calon kepala daerah yang akan mengikuti Pemilukada, untuk keuntungan pribadi maupun kelompoknya.
‘’Jurnalis dalam menjalankan profesinya tidak memihak tapi harus independent, namun yang ditunjukan Ketua PWI kepada salah satu pasangana calon walikota Jayapura yakni Benhur Tommi Mano/Nuralam, pada suatu kesempatan, seolah-olah seluruh wartawan hanya memberikan dukungan terhadap pasangan tersebut. Ini sangat menodai profesi jurnalis,’’ ujar Ichwan Susanto wartawan Kompas.
Bahkan yang lebih memalukan profesi wartawan, tambahnya, pada kesempatan buka puasa dengan Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto, ketua PWI atas nama wartawan meminta maaf kepada Kapolda, atas aksi unjuk rasa wartawan yang menuntut Polisi mengusut tuntas kasus kematian wartawan TV Merauke Ardiansyah Matra’is. “Menyampaikan aspirasi adalah hak segala warga termasuk wartawan dan itu diatur konstitusi, tapi kenapa Ketua PWI mesti minta maaf kepada Kapolda,
hanya gara-gara wartawan mendemo Polda mendesak mengungkap kasus kematian wartawan,’’ tandasnya.
Ironisnya pada aksi demo di Polda 27 Agustus, Ketua PWI Papua sama sekali tidak ikut. ‘’Yang minta maaf siapa, yang dimaafkan siapa, tolong jangan libatkan wartawan dalam kepentingan pribadi,’’tegasnya.

Selanjutnya...
 
Jumat, 03 September 2010 21:51

Persiwa VS Sriwijaya FC

Buat Kejutan Lagi

Didier Katouzie dkk (kiri) berpeluang membuat kejutan mengalahkan tuan rumah Sriwijaya FC dalam final ICC yang akan digelar, Minggu (5/9) besokJAYAPURA—Partai puncak inter island cup (ICC) akan mempertemukan Persiwa Wamena versus Sriwijaya FC di stadion Gelora Jakabaring Palembang, Minggu (5/9) besok.  Duel pada pertandingan ini berpotensi  terjadinya kejutan.
Ya, bagi Badai Pegunungan julukan Persiwa,  turnamen pra musim ini banyak memberi kejutan bagi mereka. Hal itu dimulai dengan mengalahkan PSM Makassar 4-2.  Hasil ini berlanjut bagi dengan menahan imbang Arema Indonesia 1-1 di stadion Kanjuruhan Malang yang membuat   Imanuel Padwa dkk lolos ke babak final.
Tentu tim asuhan Suharno ini tak mau melewatkan kesempatan emas ini untuk membuat kejutan lagi dengan menjadi juara. Peluang  itu bagi Persiwa tentu terbuka, jika melihat perjuangan mereka menahan imbang juara Liga Super Indonesia musim lalu, Arema Indonesia.
Mental bertanding dan semangat juang yang tinggi menjadi salah satu kunci pasukan Hijau Hitam ini untuk meraih kemenangan saat bersua Singo Edan, julukan Arema Indonesia.  “Memang  anak-anak saat ini memiliki motivasi tinggi pada partai final. Saya yakin  ini menjadi kunci untuk merebut juara di ICC tahun ini,” ucap asisten manajer Persiwa, Agus Santoso kepada Bintang Papua semalam melalui telepon selulernya.
Menurutnya, seluruh skuad Persiwa berada dalam kondisi siap tempur.  Apalagi untuk menahan gempuran para penyerang Sriwijaya FC,  kata Agus Persiwa bakal diperkuat dua pemain asing yakni Sasa Zecevic  asal Serbia dan  Vagner Lopes dari Brazil.
Agus yakin  keduanya bakal menjadi patner buat lini belakang Persiwa yang dirasa masih sering dilewati para penyerang lawan.”Jika keduanya tampil bagus dan solid tentu ini menjadi garansi untuk memperkuat skuad Persiwa musim ini,” imbuh Agus.

Selanjutnya...
 
Jumat, 03 September 2010 21:04

Saat – Saat Terakhir Keluarga Drs. E. Fonataba, MM di Kabupaten Sarmi (Bagian 1)

Sarmi Menangis !

Sarmi menangis, tiap mata yang pernah menyaksikan kesulitan dan nestapa orang Sarmi dipastikan akan memerah mengalirkan rasa suka cita, bangga, bahagia yang bercampur menjadi sedih tak ingin berpisah, terkenang sosok yang menghabiskan seluruh waktu, pikiran, dan tenaganya untuk mengangkat derajat dan memandirikan orang Sarmi, tanah yang menjadi tempat kelahiran keduanya. Terima kasih Bapak Fonataba, Bapak Berbudi ! Engkau patut diantar layaknya menyambut seorang Pahlawan yang kembali dari medan perang dengan sejuta kemenangan.

Oleh : Walhamri Wahid

Drs. E. Fonataba, MM dan  istri Ny. Amelia Waromi Fonataba yang juga tidak dapat menahan sedih menangis.Adoohh, ..... Bapak ko` tra` boleh pergi tinggalkan kami ! Kalau ko` pergi siapa lagi yang mau datang lihat kami setiap hari, hanya ko` saja yang mengerti kami !....... Ko` tra` boleh turun jabatan ! ............ ungkap seorang lelaki tua berbaju kuning bergambar Drs. Fonataba, MM dan Berthus Kyeu Kyeu, BA, MPA, kenangan lima tahun lampau saat mereka masih getol berkampanye.
Layaknya seorang anak kecil yang meminta dan mengharapkan sesuatu dari orang tuanya, tangis mereka begitu keras, merengek di dada bidang Drs. E. Fonataba, MM yang juga tidak dapat menahan sedih mena­ngis dalam rasa terima kasih dan ucapan syukur, ada rasa cinta kasih dan berat hati untuk berpisah, tapi tugas juga yang memisahkan.
Bapak tua tersebut tidak sendiri, hampir semua yang ada di tempat itu menangis terisak – isak menahan haru, tepatnya di tepi jalan Kampung Arare, di atas aspal hitam yang menghampar mulus membelah kampung yang dulunya tidak ada satupun warganya berani membayangkan itu semua.
Sejak malam Kamis (2/9) langit seakan menangis mengguyurkan tetes demi tetes kesejukannya menghapus debu – debu yang menggelayut manja di pucuk – pucuk rerumputan menyisakan semerbak kesegaran tanah Kanaan yang subur pertanda ada suka cita dan kesejahteraan diatas bumi Sarmi yang dulu dikenal sebagai daerah yang serba minim baik sarana maupun SDM-nya.
Karena malam itu di Lapangan Diklat Sarmi di Kota Baru Petam, berduyun – duyun umat Tuhan yang pandai bersyukur memanjatkan doa dan pujian kepada Tuhan sebagai penghantar hambanya yang berbudi Drs.E.Fonataba, MM yang harus meninggalkan bulir – bulir padi yang siap di panen bagi generasi muda Sarmi kembali ke lahan baru yang menanti untuk ditanami.

Selanjutnya...
 
Jumat, 03 September 2010 21:17

Isu Selingkuh Fredy Numberi, Dibantah

JAYAPURA—Isu selingkuh yang menimpa Menteri Perhubungan Freddy Numberi sebagaimana dilansir salah satu media cetak di Jaya­pura, mendapat bantahan dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI PROVINSI PAPUA), ANTHONIUS M. AYORBABA, SH., M.Si.
Menurutnya, isu se­ling­kuh yang dialamatkan ke Fredy Numberi tersebut merupakan pembunuhan karakter terhadap yang bersangkutan. Hal ini sengaja dilakukan oleh kelompok kelompok tertentu untuk mengganjal Numberi berkaitan dengan ramainya isyu pergantian Menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
Oleh karena itu, cara – cara politik semacam ini tidak bermartabat dan tidak etis, bahkan tidak dapat diterima oleh siapa pun juga. Kehadiran Freddy Numberi di Kabinet merupakan tugas kenegaraan yang diberikan tanggungjawab oleh Presiden SBY, dan juga bahwa keberadaan Numberi sebagai Menteri dua kali berturut–turut baik sebagai Menteri Kelautan maupun kini Menteri Perhubungan bukan karena kehendak atau kemauannya tapi karena kepercayaan yang diberikan oleh Presiden RI dengan mempertimbangkan prestasi, kejujuran, bahkan profesionalisme dari yang bersangkutan.
Lebih daripada itu bahwasanya keberadaan Numberi di Kabinet Presiden SBY – Budiono merupakan representase orang Papua sebagai refleksi dari kebhinekaan Indonesia. Oleh karena itu isu selingkuh yang “dihembuskan” oleh lawan lawan politik dari Presiden SBY maupun Partai Demokrat terhadap Menteri Perhubungan merupakan isu yang tidak berdasar, tidak pantas, dan tidak etis. Cara cara politik murahan yang tidak bermartabat, dan tidak memberikan pendidikan politik yang baik dan benar. Isu ini juga merupakan upaya-upaya politik yang senantiasa dilakukan oleh lawan lawan politik Pak Numberi sejak beliau menjabat Menteri Kelautan dimana Numberi diisukan melakukan korupsi di DKP namun  ternyata clear dan tidak terbukti dipengadilan. “Oleh karena itu kami menyampaikan agar elite politik di Jakarta termasuk kelompok kelompok kepentingan yang ambisius untuk menduduki Menteri Perhubungan di Kabinet agar menghentikan isu-isu murahan seperti ini dan berkompetesi secara jujur, sehat dan profesional untuk memperoleh restu dari Presiden,”jelas Anthonius dalam releasenya yang juga ikut ditandatangani Sekretarisnya DJONI NAA, SE., M.Si yang diterima Harian Bintang papua, kemarin.
Sebelumnya Fredy Numberi dikabarkan telah berselingkuh dengan salah seorang reporter televisi. Kabarnya kasus itu telah dilaporkan istri Fredy Numberi yakni Ani Numberi kepada Ibu Negara untuk dilanjutkan ke Presiden SBY.
“Pada kesempatan ini juga kami menghimbau kepada Presiden agar melakukan klarifikasi atas masalah ini karena telah terjadi pembunuhan karakter terhadap Pak Numberi pribadi, keluarga, maupun pelecehan terhadap masyarakat Papua. Kalau memang tidak menghendaki keberadaan orang Papua dalam pemerintahan kabinet Presiden SBY jangan menggunakan cara-cara tidak etis yang melemparkan isu-isu murahan,”jelas Anthonius M .

Selanjutnya...
 
Jumat, 03 September 2010 21:05

DAP Unjuk Kekuatan!

Gelar Pasukan Perdamaian Papua di Sabron

Sentani—Diam-diam ternyata Dewan Adat Papua (DAP), telah menghimpun kekuatan sendiri dengan menggelar pasukan, guna menyikapi suhu politik di Papua yang belakangan ini cenderung mening­kat.
Untuk mengecek kesiapan mereka, maka sekitar 500 lebih Pasukan Perdamaian Papua (P3) Kamis (3/9), kemarin pagi mengikuti acara gelar pasukan yang dilakukan Ketua DAP (Dewan Adat Papua) Forkurus Yaboisembut di kediamannya, tepatnya bersebelahan Kantor DAP Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, kemarin. Rupanya gelar pasukan  ini tidak hanya dilakukan di Jayapura,  namun juga di beberapa daerah, seperti Manokwari, Biak dan Sorong. 
Forkurus Yaboisembut mengatakan gelar pasukan ini lakukan mengingat situasi politik di Papua sedang memanas, sehingga memerlukan pasukan yang berfungsi mengamankan otoritas Adat, baik manusia, hutan, tanah dan hasil alam lainnya dengan tetap menghargai pemimpin adat.

Selanjutnya...
 
Kamis, 02 September 2010 16:48

Enembe  Direstui SBY Jadi Calon Gubernur

Partai Demokrat  Siap  Pemilukada  Papua Melalui DPRP Atau Rakyat

Lukas Enembe S.IPJAYAPURA—Meski pemilihan Gubernur Provinsi Papua masih setahun lagi, yakni 2011 mendatang, namun para kandidat calon mulai diwacanakan sampai ke pusat.  Kabar terbaru menyebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  yang juga adalah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat telah merestui  Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Lukas Enembe S.IP untuk  menjadi calon Gubernur  Provinsi Papua 2011-2016  mendatang.  “Pak  SBY memberikan lampu hijau mendukung Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua untuk  menjadi calon Gubernur  Provinsi Papua mendatang,” jelas Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua sekaligus Korwil  DPP Partai Demokrat wilayah Papua, Maluku dan Maluku Utara Lukas Enembe S.IP ketika ditanya Bintang Papua di Jaya­pura, Kamis (2/9) kemarin terkait wacana Pemilukada Gubernur/Wagub Provinsi Papua  dikembalikan kepada DPRP sesuai amanat UU No 21 Tahun 201 tentang Otsus Papua. 
Karena itu, menurut Bupati Puncak Jaya ini, baik Pemilukada Gubernur/Wagub melalui rakyat maupun dikembalikan kepada DPRP ada kelebihan dan ada kekurangan.  Bagi Partai Demokrat cara apapun mau dipakai,  baik pemilihan di DPRP maupun pemilihan rakyat selalu siap mengikutinya. Partai Demokrat sudah kerja baik tingkat DPP, DPD maupun DPC.  “Tapi  kita dudukan persoalan ini secara baik apa yang terbaik Tanah Papua dan demokrasi Indonesia. Persoalan pemilihan langsung maupun DPR P harus didudukan dalam konteks Papua dan konteks kepentingan nasional.
Dia mengatakan, baik Pemilukada Gubernur/Wagub Provinsi Papua dipilihan langsung oleh rakyat ataupun  pemilihannya dikembalikan ke DPRP  keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

Selanjutnya...
 
Kamis, 02 September 2010 16:45

Wally-Markum Unggul, Watae-Marsudi Kedua

Hasil Perhitungan Sementara Pemilukada Keerom

Tampak warga Keerom yang antri mengambil kartu suara di meja petugas di salah satu TPS di Arso, Kamis (2/9). Dalam Pemilukada yang berlangsung aman tersebut, memberikan keunggulan sementara bagi pasangan Yusuf Waly-Markum.ARSO—Sebagaimana direncanakan sebelumnya, ak­hir­nya Pemilukada Kabupaten Keerom digelar secara serentak Kamis (2/9), kemarin.
Hasil penghitungan sementara ke enam Calon Bupati dan wakil Bapati Kabupaten Keerom Priode 2010-2015 yang sudah masuk ke KPU kabupaten mencapai 18.453. Dari jumlah ini, pasangan  nomor urut 2,Yusuf Wally,MM dan MUH Markum,SH sementara unggul dengan memperoleh 6.439 suara.
Demikian diungkapkan Ke­tua KPU Kabupaten Keerom, Drs.Aloysius Renwarin,SH saat jumpa pers di  Kantor KPU Keerom, pukul 17.00 wit,Kamis (2/9).
Sementara posisi ke­dua pasangan nomor urut 3,yaitu Drs.Celsius Watae dan Marsudi,dengan jumlah suara,5.457. Jika melihat pero­lehan suara sementara,kedua pasangan yang memang sejak awal diprediksi bakal bersaing ini, ternyata benar adanya.  
Diikuti berturut-turut empat pasangan calon lainnya, yakni pasangan Johanis Tawa dan Widodo Buce Priyono 3.611 suara, Charles Tafor dan Nathan Bonay 2.209 suara, pasangan Piter Gusbager dan Nikolas Laly memperoleh 570 suara, dan pasangan Billy Jamlean dan Nahor Sibiar, memperoleh 167 suara.
Ia menjelaskan, jumlah suara yang masuk itu baru berasal dari lima distrik dari total tujuh distrik yang ada di Kabupaten Keerom, yakni distrik Arso, Arso Timur, Skamto, Senggi, dan Web. Sementara dua distrik yang belum masuk hasil pemungutan suaranya adalah distrik Waris dan Touwe, yang memang berlokasi di daerah yang cukup sulit dijangkau. “Meski belum seratus persen, ada lima distrik yang sudah masuk hasil pemungutan suaranya, untuk dua distrik lainnya kami tetap memantau melalui radio milik Pemkab Keerom dan fasilitas SSB milik TNI. Karena memang ada daerah yang tidak dijangkau radio amatir milik pemkab Keerom ini,” jelasnya.

Selanjutnya...
 
Kamis, 02 September 2010 16:45

11 Kursi  Untuk Asli Papua Tak Diatur UU

Drs. John Ibo JAYAPURA—Meskipun DPRP telah menerima Raperdasus  tentang  kuota 11 kursi untuk masyarakat asli Papua, namun  DPRP masih urung membahasnya lantaran dianggap tak diatur dalam UU, baik UU No 21 tahun 2001 maupun UU No 32 tahun 2004 PP No 16.  Sehubungan  dengan itu,  DPRP   memilih berkonsultasi  kepada pemerintah pusat, sebab tak ada dasar hukum yang jelas terkait kuota 11 kursi di DPRP tersebut.  
“Kalau kami  mau menyusun satu aturan untuk pelaksanaan pengangkatan 11 kursi sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi   dasar hukumnya apa. Karena  UU No 21 tahun 2001 dan No 32 tahun 2004 tak mengatur tentang  11 kursi. Kita mau pakai UU yang mana,” tukas Ketua DPRP Drs John Ibo MM  di ruang kerjanya, Rabu (1/9). 
Dikatakan, terkait 11 kursi sudah ada Raperdasus  tinggal DPRP membahas kembali dan menajamkan untuki digunakan.  Pasalnya,  11 kursi menurut DPRP itu  diluar ketentuan UU yang berlaku.  Kami tak mau MK gunakan kuasa untuk mengekang kebenaran. Karena apa yang MK instruksikan untuk Papua jalankan itu mau menggunakan UU  yang mana. Semuanya tak  ada tapi DPRP dipaksakan melakukan pengangkatan 11 kursi.
Dikatakannya, kalau MK berani  perintahkan pemerintah pusat turunkan kepada DPRP satu peraturan pemerintah saja dengan nyantol kepada ketentuan hukum apa yang menjadi dasar. Sampai sekarang kita mau bekerja seperti apa. Kami tak berani buat karena cantelan cantelan hukumnya tak ada.

Selanjutnya...
 
Kamis, 02 September 2010 16:36

Dari Kampanye Fredik Menufandu SH MHum MM-Drs Yan Imbab

Percayakan Kami, Untuk Supiori Baru

“Kami bukan obral janji, tapi kami tahu apa yang rakyat Supiori butuhkan”
Begitulah kalimat yang terlontar dari pasangan calon bupati dan wakil Bupati Supiori, Fredrik Manufandu SH, MH, MM-Drs Yan Imbab di depan ribuan massa dalam kampanye di, kemarin.

Oleh : hendrik hay

Pasangan calon bupati dan wakil Bupati Supiori, Fredrik Manufandu SH, MH, MM-Drs Yan Imbab dan tim suksesnya foto bersama usai kampanye kemarin.“Kenali wajah kami, ingat nomor urut tiga, dan coblos gambar serta nomor urut kami” koar Torry Kafiar, juru kampanye pasangan Fredrik Menufandu SH MH MM-Drs Yan Imbab di tengah kerumunan ribuan pendukung
yang terus berdatangan memenuhi lapangan sepak bola Paryem Distrik Supiori Timur kabupaten Supiori.
Ya, lapangan sepak bola yang berumput hijau itu mendadak berubah warna seketika, kerumunan masa pendukung pasangan cabu dan cawabut MENIMBA, panggilan akrab kedua pasangan ini, seakan tidak pernah habis, bahkan
jelang acara kampanye terbuka akan berakhir. Aliran ratusan pendukung mulai dari kelompok orang muda, orang tua, sampai anak-anak terus berdatangan dari hampir seantero pulau berpenduduk  lima belas ribu jiwa itu.
Padahal di hari yang sama, ada juga dua pasa­ngan cabup dan cawabup yang turu melakukan kampanye terbuka di tempat berbeda.
“Semua pasangan yang maju dalam acara Pilkada ini merupakan anak-anak terbaik Supiori, namun dari yang terbaik itu pasti ada yang istimewa baiknya, yaitu pasangan MENIMBA,” teriak anggota DPRD Kabupaten Supiori ini menambahkan yang disambut dengan teri­akan yel-yel para pendukung pasangan ini.
Pasangan ini memang memiliki sedikit keistimewaan dari pasangan cabup dan cawabup lainnya, yakni keduanya merupakan anak-anak Supiori Alsi yang paham dan besar dalam dunia birokrasi yang dalam bahasa pemerintahannya dikenal dengan istilah Pamongpraja.

Selanjutnya...
 
Kamis, 02 September 2010 16:36

SMS Penipuan Minta Pulsa Marak di Jayapura

Ilustrasi JAYAPURA—Ada-ada saja yang digunakan orang tertentu untuk menipu pengguna HP.  Menjelang hari raya Idul Fitri, SMS berisi penipuan mulai marak beredar di Kota Jayapura dan sekitarnya. Isi SMS penipuan tersebut adalah permintaan sejumlah pulsa kepada korban untuk dikirim ke nomor tertentu yang ditulis oleh pengirim SMS gelap di dalam isi pesan. 
Peneror SMS gelap mengaku membutuhkan pulsa untuk menghubungi teman atau keluarga yang sedang kecelakaan dan kondisinya sangat parah.  Salah satu SMS gelap yang banyak beredar tertulis sebagai berikut. “Saya Martinus, mnt tlg krmkan pulsa ke No.08138664129 brp aja buat hub keluarga tmn sy, yng kecelakaan di tengah hutan, kondisix sangat parah, sblmx trima kasih”. 
Eva, salah seorang warga Kota Jayapura yang mengaku menerima SMS penipuan tersebut. Untung lanjut Eva, ia sudah curiga sehingga tidak merespon SMS penipuan tersebut. Nada lain dari SMS itu berbunyi, Kirimkan dl pulsa 20000 di no baru mama ini 081313747422 krn no mama yg dl terblokir ini aja Cuma pakai no orang lain.

Selanjutnya...
 

Edisi Cetak 04 September 2010


Jejak Pendapat

Yakinkah anda dengan 56 anggota DPR Papua yang dilantik 9 Oktober ini akan lebih mengutamakan kepentiangan rakyat Papua?
 

Tanggapan Anda

ShoutMix chat widget

Pengunjung Online

Kami memiliki 20 Tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini9
mod_vvisit_counterKemarin150
mod_vvisit_counterMinggu ini698
mod_vvisit_counterBulan ini414
mod_vvisit_counterTotal25305

Editorial

Awal Kemunduran Demokrasi Indonesia

Awal Kemunduran Demokrasi Indonesia Wacana masa tugas Presiden lebih dari dua kali mengemuka di Jakarta, di tingkat Provinsi wacana Gubernur di pilih oleh anggota DPRP secara langsung juga mengemuka, di tingkat Kabupaten / Kota Bupati atau Walikota incumbent tidak harus mundur dari jabatannya bila hendak maju kembali dalam ajang Pilkada.
Implikasinya pada proses pembangunan demokrasi di Indonesia yang masih seumur ja­gung ini adalah bahwaa demokrasi itu diciptakan dan dibuat untuk mengakomodir kepentingan penguasa semata baik yang duduk di eksekutif maupun legislatif.
Wacana perpanja­ngan jabatan Presiden bisa lebih dari dua periode dengan target akhir Presiden SBY ingin di gadang untuk ketiga kalinya menjadi Presiden yang dilontarkan oleh seorang Poltak, pengacara yang terkenal kontroversi dan cenderung menjadi “tukang bakar keadaan”, atau pelempar isu tidak bisa dianggap sebagai guyonan semata, dengan komposisi yang cukup kuat di DPR, tidak menutup kemungkinan Fraksi Demokrat me [ ... ]


Login Form



Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul


Gelap
Jika hidupmu dalam kegelapan, berdoalah. Karena hanya dengan doa hidupmu akan tenang dan terang. Namun jika engkau sudah berdoa dan suasana disekitarmu masih gelap, berarti
“PLN DONG ADA KASI PADAM”.